Hampir semua game yang beredar di industri game saat ini memang mengejar kemampuan untuk menghadirkan berbagai elemen dalam kualitas yang serealistis mungkin. Semakin ia mampu menampilkan mekanisme yang serupa dengan dunia nyata, maka ia dipandang semakin baik. Bagi banyak gamer, realisme yang direpresentasikan oleh sebuah video game memang harus diakui merupakan salah satu indikator yang cukup menentukan ketertarikan. Namun bagi sekelompok manusia yang lain? Keistimewaan ini justru menjadi sarana yang paling utama untuk melakukan tindak kejahatan terorganisir.
Terorisme memang masih menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat di belahan dunia manapun. Perang dikobarkan untuk melawan tindakan ekstrim yang tidak sungkan untuk mengorbankan banyak nyawa tidak bersalah untuk alasan idelogis tertentu. Namun, siapa yang menyangka jika terorisme ternyata juga berkaitan erat dengan video game? Menurut informasi dari salah satu tabloid “gosip” Inggris - The Sun, jaringan teroris kini telah beralih ke game shooter seperti Call of Duty dan Halo untuk merencanakan serangan teror mereka selanjutnya. Sembari berlatih dengan menggunakan skenario tertentu, private chat yang disediakan oleh setiap game ini juga diklaim menjadi tempat yang paling aman untuk mendiskusikan rencana-rencana teror mereka selanjutnya. Wow!
Para teroris ini seharusnya memainkan game seperti CTR atau Super Mario Party untuk menikmati indahnya dunia..
Post a Comment